Jumat, 02 Juni 2017

Awal mula Musik Alternative Rock

Alternative rock, disebut juga musik alternatif atau hanya alternatif adalah aliran musik rock yang muncul pada tahun 1980-an dan menjadi sangat populer di tahun 1990. Nama “alternatif” ditemukan pada tahun 1980 untuk mendeskripsikan band-band punk rock yang tidak sesuai dengan aliran punk rock pada masanya. Musik Alternative ialah sebuah istilah untuk aliran atau warna musik baru, dalam hal ini mereka atau para penganut warna musik ini mencoba untuk keluar dari pakem mainstreem musik yang telah ada, seperti jazz, rock, pop, dan lain sebagainya.

Sehingga, jika akar musiknya rock, maka itu dinamakan alternative rock, jika musik jazz, dinamakan alternative jazz, begitu pula dengan akar musik lainnya. Sebut saja seperti Nirvana, Pearl Jam, Radiohead, Stone Temple Pilots, Live, dan lain sebagainya, mereka ialah salah satu dedengkot dari alternative rock. Alternative jazz misalnya seperti Jamiroquai.

Mereka mencoba membuat sesuatu yang baru dan berbeda dari apa yang selama ini sudah ada, tanpa merasa terkotak-kotak dari genre musik yang sudah ada tersebut. Mereka menciptakan suatu komposisi, lagu ataupun irama seperti apa yang keluar dari benak mereka, tanpa harus ada pengekangangan pada salah satu genre tertentu. Tema-tema lagu yang sering mereka angkat kebanyakan dari refleksi sosial, anti kemapanan, dan masalah yang berhubungan dengan lingkungan yang ada di sekitar mereka.

Istilah Alternative sendiri mulai banyak di gunakan atau di kenal di kalangan luas pada era 90-an. Hal ini terlihat dari penambahan istilah pada kategori untuk musik alternatif pada perhelatan besar semacam penghargaan musik Grammy Award atau Penghargaan Musik Video MTV.

Lambat laun, seiring dengan berkembangnya waktu dan zaman, aliran musik alternative ini mengalami evolusi dan berkembang menjadi beberapa genre, seperti yang terlihat sekarang ini. Kemudian musik ini di kenal dengan musik alternative rock yang berkembang di daerah Seattle, Amerika Serikat. Musik ini terkenal dengan sebutan musik grunge. berikut tentang ulasan musik grunge

Kamis, 01 Juni 2017

Review Film Baru 2017 : Fast and Furious 8

Setelah apa yang mereka lakukan dalam film-film sebelumnya, khususnya 3 film terakhir, franchise Fast & Furious identik dengan sekuens aksi yang ridiculously spectacular dan untuk film-film selanjutnya, franchise ini seperti punya kewajiban untuk melewati batas kegilaan yang bisa mereka capai. Kegilaan bermobil dengan Fast & Furious sama dengan yang dilakukan Tom Cruise dengan Mission: Impossible. Fast & Furious 8 atau yang di beberapa negara punya judul alternatif The Fate of the Furious, menawarkan sesuatu yang lebih besar, lebih bombastis, dan lebih konyol, hingga kita
akan selalu tergoda untuk bertanya "bagaimana mereka melakukannya?" ketika menyaksikan sebuah sekuens aksi.

Namun di waktu kita tidak menyaksikan hal tersebut — yang relatif banyak mengingat durasi filmnya yang mencapai 2 jam 16 menit, kita juga mungkin seringkali ingin bertanya "kapan adegan aksi berikutnya?". Tentu saja, sebagai penonton kasual, saya juga sangat menikmati sekuens gila semacam "mobil-mobil zombie" atau "mobil vs kapal selam". Tak banyak film yang mampu menyuguhkan set pieces seseru ini. Pertanyaan tadi mungkin bisa disebut sebagai testamen atas betapa seru adegan aksinya, namun kita juga bisa memakainya sebagai testamen atas betapa menjemukannya elemen yang menyatukan adegan-adegan aksi tersebut.

(Catatan: Oh, tanpa bermaksud mengabaikan bayi imut yang mencuri perhatian (nanti anda akan tahu) dan mendiang Paul Walker, konsep "family" yang dibawakan kali ini sedikit cringy.)

Banyak yang menyebut bahwa kita tak perlu berpikir untuk menonton film seperti ini; bahwa plot tak penting. Penulis naskah langganan Fast & Furious, Chris Morgan mungkin juga mendengarnya dan oleh karenanya ia tak begitu peduli dengan penulisan skrip asal bisa memberi benang merah seadanya antara stunt yang satu dengan stunt yang lain. Plot boleh jadi tak penting, namun ia harus bisa mengikat kita. Dan saya pikir, level keterikatan kita dengan Fast & Furious 8 sama "kuat"-nya dengan Fast & Furious 4. Iya, yang itu.

Film ini dibuka dengan sekuens yang lumayan simpel tapi tak kalah luar biasa. Dom (Vin Diesel) dan istrinya, Letty (Michelle Rodriguez) sedang liburan di Kuba yang tampaknya sekarang menjadi surga macho yang dipenuhi dengan mobil klasik dan wanita berpakaian mini. Ketika tahu bahwa sepupunya berurusan dengan rentenir, Dom melakukan apa yang harus dilakukan Dom: memacu mobil dengan tambahan NOS. Namun kali ini dengan arah mundur dan dalam kondisi dilalap api!

"Apapun mobilnya, yang penting adalah siapa yang di balik kemudi," ujar Dom. Yeah, hanya Dom yang bisa melakukannya.

Bulan madunya terganggu saat Dom bertemu dengan Cipher (Charlize Theron), teroris siber yang bermaksud merekrutnya untuk melakukan misi jahat. Apa yang bisa membuat Dom membelot dan mengkhianati rekan-rekannya yang sudah disebutnya sebagai KELUARGA? Cipher memegang kuncian besar yang nanti akan terungkap. Misinya berskala global, melibatkan alat mata-mata "God's Eye" dari film sebelumnya serta kode luncur nuklir.

[mantan] Rekan-rekan Dom kemudian direkrut menjadi agen pemerintah oleh Mr Nobody (Kurt Russell) dan ajudannya Little Nobody (Scott Eastwood), karena menurut mereka hanya rekan Dom yang bisa mencari Dom, dan jika Dom ketemu, Cipher juga akan ketemu. Plot utamanya hanya ini, namun meski kita bisa menebak akhirnya, ada beberapa poin plotnya yang relatif tak begitu predictable, which is a good thing for this kind of movie.

Dengan begitu banyaknya tokoh, hanya sedikit yang bisa dilakukan untuk karakter mereka dalam sebuah film. Kita bertemu kembali dengan Roman (Tyrese Gibson), Parker (Ludacris), Ramsey (Nathalie Emmnuel), Hobbs (Dwayne Johnson) serta Deckard Shaw (Jason Statham) yang sekarang berpindah kubu. Di kebanyakan waktu, saat tidak menggerakkan plot, mereka melontarkan celutukan, ledekan, atau one-liner. Namun para pemerannya memang punya daya tarik tersendiri. Saya cukup menikmati ledek-ledekan antara Dwayne Johnson dengan Statham yang seperti berlomba untuk mendapat pengakuan siapa yang lebih macho, padahal franchise ini sudah memberikan prediketnya pada Vin Diesel.

Saat adegan aksi, Fast & Furious 8 mengganti persnellingnya ke mode maksimal. Anda pernah melihat ratusan mobil berkonvoi di jalanan kota dalam kecepatan tinggi? Adegan terbaiknya adalah ketika Cipher mengendalikan ratusan mobil tanpa sopir dan menjadikannya pasukan zombie untuk mengejar satu mobil. Berbagai macam mobil tumpah, bergerombol, bertabrakan, dan terjun bebas tak terkendali. Untuk set piece berskala masif ini, sutradara F. Gary Gray (The Italian Job, Straight Outta Compton) menyajikan ketegangan yang membuat saya berdebar-debar meski belum sekelas intensitas yang diberikan Justin Lin untuk adegan melarikan brankas dalam Fast Five. Yang sedikit underwhelming adalah adegan pamungkas yang seharusnya lebih spektakuler, dimana mobil-mobil jagoan kita berpacu di atas es yang tipis sembari dikejar oleh kapal selam di bawahnya. Lebih seru menyaksikan adegan Dwayne Johnson dan Statham melarikan diri dari penjara.

Dalam konteks film aksi, Fast & Furious 8 adalah film yang digarap dengan terampil. Efek spesialnya bagus dan ia menampilkan balapan, tabrakan dan ledakan yang anda harapkan dalam sebuah film berjudul "Fast" & "Furious" yang mungkin punya subjudul "Fiery" & "Ridiculous". Namun ini adalah feature film, dan kita butuh sesuatu untuk menyambungkan keempat titik ini dengan kompeten, bukan? Produk akhir dari sekuens aksi lebih dari sekedar parade spesial efek, melainkan juga elemen intrinsik seperti intensitas. But you know what? The last film made $1.5 billion at box office, and at this point, this franchise is unstoppable.

Apa itu GRUNGE?


Grunge adalah subgenre dari aliran Alternative dengan ciri khas Distorsi gitar kenceng. riff2 gitar kotor, beat drum juga kenceng. ditambah suara berat vokal…itu ciri2 Pure Grunge. band yg bawain Pure Grunge sebut saja MUdhoney, Mother LOve Bone, Greenriver, Nirvana, Butterhole Surfer…dan banyak lagi….
sama kayak Punk.

Grunge juga menjadi sebuah kulture, life Style. namun berbeda dengan Punk. bedanya gini..kalo musisi Punk pasti bangga disebut Punker, sementara itu musisi pengusung Grunge ga bakal mau disebut Grungies…(Bingung kan…??) itu karena para musisi pengusung Grunge ga suka dengan gaya hidup Grungies2 yg kotor. hidup dijalanan, makan dari memungut sampah, dari memalak, merampok, jual ganja, tunjangan sosial. ga suka juga dengan anak2 Grunge yg moshing2 saat ada gigs Grunge tapi ga pernah tau arti lagu yg dibawain…cuma moshing karena pengaruh alkohol gitu…

Nirvana walau ditasbihkan sebagai band Grunge. bahkan disebut mbah nya Grunge ga begitu suka band mereka disebut aliran Grunge. mereka lebih senang disebut Punk. Pearl jam menyebut band mereka Modern rock, Alice In Chains & Soundgarden mengatakan aliran musik mereka cenderung ke Hardrock. Sonic Youth seneng band mereka disebut experimental Alternative. sementara itu lahir aliran baru bernama Post Grunge yg lebih halus. Silverchair, The Vines, SemiSonic termasuk di dalam nya. intinya adalah. semua band Grunge ga suka band mereka disebut grunge…nah loh gimana tuh…???

Grunge udah lama ilang katanya.Grunge tuh cuma sensasi sesaat ala era 90-an. kata mereka tuh..but nyatanya believe it or not. Grunge dah jadi kiblat bagi banyak aliran Musik lain. dan Grunge adalah Kulture terakhir yg tercipta di bumi. karena setelah Grunge, kulture2 yg tadi cuma penyempurnaan atau pengulangan ga ada yg orisinil. sebagai contoh yah bangkitnya kembali Reggae, 

Emo. tuh kan cuma pengulangan…??? sekarang sebuah tantangan buat Grungies2 Indonesia…. mengertikah kalian apa itu Grunge…?? mengapa kalian memilih menjadi penyuka Grunge..tahukah kalian ujung pangkal luar dalam kenapa kalian suka Grunge…?? kenapa kalian rajin mempertahankan Scene Grunge…membuat Gigs grunge,, apa demi kemajuan scene ini di negeri sendiri…?? atau cuma demi moshing2 ga jelas dan pesta miras juga alkohol cap tikus…?? 

Apakah dengan cara itu bisa memajukan SCENE grunge lokal. kita harus bergerak kalau mau maju. bukan cuma mabok dan yg penting bawain Territorial pissing nya Nirvana atau Freak nya Silverchair maka kita udah disebut Grunge. jangan mau kalah dengan Metal. apa kita ga bosan terus menerus dibawah bayang2 Scene dan aliran lain…?? bagaimana mau maju kalau kita ga bikin gebrakan….cuma bisa diam stagnan ditempat. yg penting seneng…??

Senin, 29 Mei 2017

Asiknya berlibur ke Singapura


       Pada hari Jum'at tepat tanggal 5 Mei 2017, aku, adik dan ayahku sedang berlibur ke Singapura. Dari bandara Internasional Soekarno hatta jarak yang di tempuh lebih kurang 2 jam, dikarenakan perbedaan selisih waktu 1 jam dengan di Indonesia. Sesampainya di Singapura kami segera mengurus imigrasi dan pemeriksaan paspor, setelah beres kami segera pergi keluar bandara dan mencari taksi untuk menemukan hotel tempat kami akan menginap. Sesampainnya di taksi kami melakukan perjalanan 30 menit untuk sampai di hotel dan lalu check in.

     Setelah tiba di hotel kami istirahat sejenak lalu pergi lagi dengan menggunakan MRT. Itu adalah pengalaman pertama kami naik MRT dari hotel kami lalu kami berjalan lagi menuju dobby ghaut. Sesampainnya di Dobby Ghaut kami langsung menetapkan tujuan awal kami yaitu ke Singapore Flyer dan Merlion Patung Singa di Singapura yang terkenal. Setelah dari Dobby Ghaut kami turun di stasiun MRT yang bernama Promenade, kami sengaja turun di promenade karena dekat dengan Singapore Flyer.
   
       Singapore Flyer merupakan bianglala terbesar di Asia Tenggara dari situ kita bisa melihat seluruh kota Singapura. Setelah puas naik Singapore Flyer kami mencari taksi terdekat untuk menuju Merlion, Mau tahu kisah seru selanjutnya..ikuti kisah selanjutnya pada blog ini.

Kamis, 12 Mei 2016

Pengalaman Melawan Penyakit DBD (Dengue Blood Disease)


Semua berawal semenjak seminggu yang lalu, tepatnya hari kamis malam badan terasa sangat lemas dan tidur pun tidak bisa nyenyak, bahkan ketika makan pun rasanya semakin tidak enak, seketika malam ku terbangun karena kepala terasa sangat pusing dan aku merasakan mual disertai muntah-muntah benar-benar kondisi yang sangat memprihatinkan, bahkan saat bisa tidur pun 1 jam kemudian bangun lalu tidur lagi 1 jam kemudian bangun lagi.

Kemudian esok harinya pada hari Jum'at aku bangun jam 9 lebih dan aku minta di belikan soto dan juga teh botol karena ku merasa jika makan soto, badan akan terasa nyaman dan segar namun tidak demikian, ketika memakan soto pun di saat pusing melanda rasanya juga tidak nikmat, akhirnya setelah makan soto ku kembali istirahat dan pusing masih terasa di kepalaku hingga akhirnya aku dibawa ke dokter umum dekat rumahku dan setelah berobat dokter hanya bilang kemungkinan aku terkena tifus tapi asumsi dokter tersebut salah penyakitku bukan tifus ku minum semua obat-obatan yang di berikan dokter akan tetapi ini tidak mempan.

Ketika malam hari pusing semakin parah dan muntah-muntah kembali terjadi keesokan harinya pada hari sabtu aku terbangun dipagi hari dan masih merasa pusing bahkan semakin parah, aku meminta ibuku untuk mengompres kepalaku saat di kompres pusing sudah mereda tapi ntah kenapa pada siang hari panas semakin tinggi bahkan ingin bangun dari kamar pun rasanya semakin berat, akhirnya ibuku membawaku ke rumah sakit untuk diperiksa penyakit apakah yang sebenarnya melandaku.
Sesampainya di rumah sakit aku di bawa ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) aku di suruh berbaring disebuah kasur beroda dan selalnjutnya yang di lakukan oleh dokter jaga tersebut adalah mengecek tensi darahku setelah dicek hasilnya normal, dan kemudian disebelah tangan kiriku dokter jaga menyiapkan infus namun sebelum itu darahku diambil untuk sampel, kemudian jarum di tusukkan ke tanganku rasanya perih sekali kemudian dokter mengoleskan alkohol ke tanganku dan menyuntikkan jarum infus ke tanganku memang tidak terasa namun ketika tangan di gerakan ini sangat terasa luar biasa perihnya.

Kemudian setelah menunggu sekitar 15 menit aku di bawa ke kamar tempat istirahat di rumah sakit itu kamar itu berada di lantai 4 dan sesampainnya di kamar tersebut ternyata sudah ada televisi dan kulkas lengkap dengan kamar mandi ini membuatku semakin nyaman, karena di rumah sakit tersebut aku masih bisa menonton televisi favoritku, kemudian setelah itu sore hari ku tertidur dan datanglah suster yang membawa cairan infus baru dan alat untuk tensi darah juga jarum suntik untuk di suntikan ke lubang infus.

Esok harinya pada hari minggu dokter datang dan memberitahuku bahwa aku positif terkena penyakit demam berdarah, sempat kaget juga karena aku tidak merasakan bintik-bintik merah atau pun bekas gigitan nyamuk. Lalu ibuku memberitaku bahwa penyakit demam berdarah tidak selalu muncul bintik-bintik merah ataupun bekas gigitan nyamuk karena nyamuk yang membawa penyakit ini hanya ada di pagi hingga sore hari saja dari jam 9 pagi hingga sore hari jam 3, kemungkinan nyamuk itu menggigitku ketika aku tertidur pulas pada pagi hari karena sebelum terkena demam berdarah aku sering bergadang hanya untuk bermain game atau gadget saja.

Dokter memberitahukan bahwa aku terkena demam tinggi 39 C dan juga trombositku mengalami penurunan dari 133.000 kemudian turun menjadi 103.000 hingga turun lagi 76.000 keadaan sudah semakin parah lalu pada hari selasa selang infus yang ada ditangan kiriku diganti di sebelah kanan tujuannya agar tidak terjadi infeksi selang 4 hari di ganti sewaktu selang infus di cabut dan dipindah di sebelah tangan kanan ini rasanya lebih nyeri di bandingkan infus di tangan kiri.

Setelah itu aku disuntik lagi untuk di periksa darah setelah diketahui hasilnya trombosit masih turun jadi 71.000, keadaan ini semakin mengkhawatirkanku karena penyakit demam berdarah ini jika sudah tidak tertolong akan menyebabkan kematian, semakin turun trombosit maka terjadilah pendarahan hebat di seluruh tubuh tapi alhamdulillah karena ibuku khawatir akan penyakit yang kuderita aku hanya terkena gejala awalnya saja, besoknya aku istirahat kemudian makan lagi entah makan soup ataupun bebek makanan apapun itu yang penting bisa menaikan trombosit dan juga aku jadi semakin rajin meminum air putih karena air putih lah yang membantu manusia menjaga pertahanan tubuh jika manusia kekurangan cairan seperti air putih maka daya tahan tubuhnya menjadi lemah dan gampang terserang penyakit.
Akhirnya setelah banyak asupan makanan dan minuman dan juga makan buah-buahan yang di sediakan oleh pihak rumah sakit ada kabar menggembirakan setelah diperiksa darah trombositku naik menjadi 80.000. Karena keinginan yang kuat untuk sembuh aku banyak minum air putih, juga jus jambu merah serta banyak makan akhirnya alhamdulillah trombositku naik kembali jadi 113.000.

Kemudian dokter datang ke kamar ku dan bilang besoknya sudah boleh istirahat di rumah, alhamdulillah tidak sia-sia selama di rumah sakit aku banyak makan dan minum air putih yang paling utama, tepat pada hari kamis sore aku keluar dari rumah sakit rasanya 5 hari di rumah sakit itu tidak terasa namun itulah yang terjadi manusia hanya bisa berharap dan berdoa namun Allah Swt lah yang memberi kesembuhan seorang dokter hanya sebagai perantara untuk mengobati orang yang sakit, hidayah yang bisa ku dapatkan setelah terkena penyakit ini bahwa sehat itu mahal harganya, di rumah sakit aku sangat kasihan banyak sekali orang-orang yang sakit dengan berbagai penyakit.

Namun aku tetap bersyukur masih bisa merasakan kehidupan di dunia ini, ada saran dari ku agar para pembaca blog ini bisa sehat dan tidak gampang terkena penyakit makanlah yang banyak makanan apapun itu jika tidak suka sayur tidak apa apa yang penting makan jangan lupa dan juga minum air putih yang banyak jangan lupa agar daya tahan tubuh semakin bagus, jangan lupa juga untuk berolahraga, lakukanlah olahraga ringan seperti lari pagi, joging atau bersepeda yang penting tubuh ini bergerak jangan sampai hanya diam saja karena efeknya bukan saat ini tapi di masa tua nanti, serta makan buah-buahan yang sehat seperti pisang, apel, dan pepaya. Nah itulah kisah pribadiku yang bisa ku ceritakan pada para pembaca setia blog ini semoga ini bisa menjadi renungan agar kalian bisa menjaga kesehatan dan bersyukur dengan kehidupan.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review