Kamis, 12 Mei 2016

Pengalaman Melawan Penyakit DBD (Dengue Blood Disease)


Semua berawal semenjak seminggu yang lalu, tepatnya hari kamis malam badan terasa sangat lemas dan tidur pun tidak bisa nyenyak, bahkan ketika makan pun rasanya semakin tidak enak, seketika malam ku terbangun karena kepala terasa sangat pusing dan aku merasakan mual disertai muntah-muntah benar-benar kondisi yang sangat memprihatinkan, bahkan saat bisa tidur pun 1 jam kemudian bangun lalu tidur lagi 1 jam kemudian bangun lagi.

Kemudian esok harinya pada hari Jum'at aku bangun jam 9 lebih dan aku minta di belikan soto dan juga teh botol karena ku merasa jika makan soto, badan akan terasa nyaman dan segar namun tidak demikian, ketika memakan soto pun di saat pusing melanda rasanya juga tidak nikmat, akhirnya setelah makan soto ku kembali istirahat dan pusing masih terasa di kepalaku hingga akhirnya aku dibawa ke dokter umum dekat rumahku dan setelah berobat dokter hanya bilang kemungkinan aku terkena tifus tapi asumsi dokter tersebut salah penyakitku bukan tifus ku minum semua obat-obatan yang di berikan dokter akan tetapi ini tidak mempan.

Ketika malam hari pusing semakin parah dan muntah-muntah kembali terjadi keesokan harinya pada hari sabtu aku terbangun dipagi hari dan masih merasa pusing bahkan semakin parah, aku meminta ibuku untuk mengompres kepalaku saat di kompres pusing sudah mereda tapi ntah kenapa pada siang hari panas semakin tinggi bahkan ingin bangun dari kamar pun rasanya semakin berat, akhirnya ibuku membawaku ke rumah sakit untuk diperiksa penyakit apakah yang sebenarnya melandaku.
Sesampainya di rumah sakit aku di bawa ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) aku di suruh berbaring disebuah kasur beroda dan selalnjutnya yang di lakukan oleh dokter jaga tersebut adalah mengecek tensi darahku setelah dicek hasilnya normal, dan kemudian disebelah tangan kiriku dokter jaga menyiapkan infus namun sebelum itu darahku diambil untuk sampel, kemudian jarum di tusukkan ke tanganku rasanya perih sekali kemudian dokter mengoleskan alkohol ke tanganku dan menyuntikkan jarum infus ke tanganku memang tidak terasa namun ketika tangan di gerakan ini sangat terasa luar biasa perihnya.

Kemudian setelah menunggu sekitar 15 menit aku di bawa ke kamar tempat istirahat di rumah sakit itu kamar itu berada di lantai 4 dan sesampainnya di kamar tersebut ternyata sudah ada televisi dan kulkas lengkap dengan kamar mandi ini membuatku semakin nyaman, karena di rumah sakit tersebut aku masih bisa menonton televisi favoritku, kemudian setelah itu sore hari ku tertidur dan datanglah suster yang membawa cairan infus baru dan alat untuk tensi darah juga jarum suntik untuk di suntikan ke lubang infus.

Esok harinya pada hari minggu dokter datang dan memberitahuku bahwa aku positif terkena penyakit demam berdarah, sempat kaget juga karena aku tidak merasakan bintik-bintik merah atau pun bekas gigitan nyamuk. Lalu ibuku memberitaku bahwa penyakit demam berdarah tidak selalu muncul bintik-bintik merah ataupun bekas gigitan nyamuk karena nyamuk yang membawa penyakit ini hanya ada di pagi hingga sore hari saja dari jam 9 pagi hingga sore hari jam 3, kemungkinan nyamuk itu menggigitku ketika aku tertidur pulas pada pagi hari karena sebelum terkena demam berdarah aku sering bergadang hanya untuk bermain game atau gadget saja.

Dokter memberitahukan bahwa aku terkena demam tinggi 39 C dan juga trombositku mengalami penurunan dari 133.000 kemudian turun menjadi 103.000 hingga turun lagi 76.000 keadaan sudah semakin parah lalu pada hari selasa selang infus yang ada ditangan kiriku diganti di sebelah kanan tujuannya agar tidak terjadi infeksi selang 4 hari di ganti sewaktu selang infus di cabut dan dipindah di sebelah tangan kanan ini rasanya lebih nyeri di bandingkan infus di tangan kiri.

Setelah itu aku disuntik lagi untuk di periksa darah setelah diketahui hasilnya trombosit masih turun jadi 71.000, keadaan ini semakin mengkhawatirkanku karena penyakit demam berdarah ini jika sudah tidak tertolong akan menyebabkan kematian, semakin turun trombosit maka terjadilah pendarahan hebat di seluruh tubuh tapi alhamdulillah karena ibuku khawatir akan penyakit yang kuderita aku hanya terkena gejala awalnya saja, besoknya aku istirahat kemudian makan lagi entah makan soup ataupun bebek makanan apapun itu yang penting bisa menaikan trombosit dan juga aku jadi semakin rajin meminum air putih karena air putih lah yang membantu manusia menjaga pertahanan tubuh jika manusia kekurangan cairan seperti air putih maka daya tahan tubuhnya menjadi lemah dan gampang terserang penyakit.
Akhirnya setelah banyak asupan makanan dan minuman dan juga makan buah-buahan yang di sediakan oleh pihak rumah sakit ada kabar menggembirakan setelah diperiksa darah trombositku naik menjadi 80.000. Karena keinginan yang kuat untuk sembuh aku banyak minum air putih, juga jus jambu merah serta banyak makan akhirnya alhamdulillah trombositku naik kembali jadi 113.000.

Kemudian dokter datang ke kamar ku dan bilang besoknya sudah boleh istirahat di rumah, alhamdulillah tidak sia-sia selama di rumah sakit aku banyak makan dan minum air putih yang paling utama, tepat pada hari kamis sore aku keluar dari rumah sakit rasanya 5 hari di rumah sakit itu tidak terasa namun itulah yang terjadi manusia hanya bisa berharap dan berdoa namun Allah Swt lah yang memberi kesembuhan seorang dokter hanya sebagai perantara untuk mengobati orang yang sakit, hidayah yang bisa ku dapatkan setelah terkena penyakit ini bahwa sehat itu mahal harganya, di rumah sakit aku sangat kasihan banyak sekali orang-orang yang sakit dengan berbagai penyakit.

Namun aku tetap bersyukur masih bisa merasakan kehidupan di dunia ini, ada saran dari ku agar para pembaca blog ini bisa sehat dan tidak gampang terkena penyakit makanlah yang banyak makanan apapun itu jika tidak suka sayur tidak apa apa yang penting makan jangan lupa dan juga minum air putih yang banyak jangan lupa agar daya tahan tubuh semakin bagus, jangan lupa juga untuk berolahraga, lakukanlah olahraga ringan seperti lari pagi, joging atau bersepeda yang penting tubuh ini bergerak jangan sampai hanya diam saja karena efeknya bukan saat ini tapi di masa tua nanti, serta makan buah-buahan yang sehat seperti pisang, apel, dan pepaya. Nah itulah kisah pribadiku yang bisa ku ceritakan pada para pembaca setia blog ini semoga ini bisa menjadi renungan agar kalian bisa menjaga kesehatan dan bersyukur dengan kehidupan.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Berapa lama kakak di RS?

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review